Laman

01 Juli 2011

NABI ADAM A.S


Bismillahirrahmanirrahim

"ADAM". Sebuah nama yang semua orang di seluruh penjuru dunia ini mengetahuinya (minimal pernah mendengar). Sebagai manusia pertama yang diciptakan Allah swt, pantaslah jika semua manusia di dunia ini mengenalnya. Penulis akan mengulas sedikit mengenai kisah Nabi pertama yang diutus Allah di muka bumi ini.
Adam adalah manusia pertama yang diciptakan Allah swt. Allah swt menciptakan Adam dari tanah (Al-Hijr : 26), dibentuk berupa manusia dan kemudian ditiupkan ruh kedalamnya, jadilah manusia. Sebelumnya Allah swt telah menciptakan Jin dari api yang sangat panas (Al-Hijr : 27).
Setelah proses penciptaan Adam selesai, Allah swt menempatkannya di surga. Lalu
Allah swt memerintahkan kepada seluruh penghuni surga untuk bersujud kepadanya sebagai tanda penghormatan (sujud disini berbeda dengan sujud kepada Allah swt). Maka bersujudlah mereka, kecuali Iblis, yang karena kesombongannya, tercipta dari api sehingga merasa lebih mulia , tidak mau bersujud kepada Adam walaupun Allah swt yang memerintahkannya (Al-Baqarah : 34). Melihat hal itu, Allah swt murka dan tidak akan membiarkan seorang pembangkang menjadi penghuni surga. Maka seketika Allah swt langsung mengusir Iblis dari surga (Al-Hijr : 32-35). Semenjak itu Jin tidak boleh tinggal lagi di dalam surga.
Ketika proses penciptaan Adam, Allah swt berfirman kepada Malaikat bahwa Dia akan menjadikan Adam (manusia) sebagai khalifah di bumi ini (Al-Baqarah : 30). Mendengar rencana itu, malaikat cemas kenapa Allah swt menciptakan khalifah di muka bumi, mereka takut kalau manusia nantinya menjadi hamba Allah yang suka berbuat maksiat. Tapi semua kecemasan itu hilang setelah Allah memberi penjelasan bahwa Allah swt yang lebih mengetahui apa yang tidak diketahui oleh hamba-Nya.
Seseorang yang akan menjadi khalifah (pemimpin) tentunya harus mempunyai banyak ilmu. Jika tidak, maka tentulah orang itu tidak dapat memimpin dirinya sendiri. Terkait hal ini, Allah swt sendiri yang turun tangan untuk memberikan beberapa pelajaran dan petunjuk, sehingga Adam menjadi seorang yang pandai.
Tapi INGAT ! sepintar apapun, sepandai apapun manusia, namun ilmu manusia ibarat hanya bagaikan setetes air dibandingkan dengan laut; artinya ilmu Allah itu tidak terbatas dan ilmu manusia sangat terbatas (Al-Isra : 85). Sehingga tidaklah pantas jika seorang manusia sombong karena memiliki ilmu lebih.
Nabi Adam a.s pun seorang manusia. Meski kehidupan di surga itu sangatlah menyenangkan, tapi beliau masih merasa kesepian, tak ada pasangan hidup. Oleh karena itu diciptakanlah seorang teman baginya yang bernama "Hawa" (Ar-Rum : 21).
Adam dan Hawa, keduanya bersenang-senang di dalam surga dan menikmati segala yang ada disitu, kecuali yang tidak boleh dimakan, ialah buah Khuldi. Setan memanfaatkan larangan itu untuk membuat Adam dan Hawa diusir dari surga juga (dendam kesumat setan karena merasa Adam adalah penyebab dirinya diusir dari surga). Semua tipu daya dilakukan setan, akhirnya keduanya terperdaya, sehingga keduanya melanggar larangan Allah swt (Al-Araf : 20-22). Namun setan tak akan puas sampai disitu, setan akan terus memperdaya umat manusia sampai akhir jaman (Al-Hijr : 36-40). Jelaslah bahwa setan itu adalah musuh yang sangat nyata bagi manusia, waspadalah terhadap godaan setan.
Setelah melakukan hal yang dilarang Allah swt, lalu Adam mohon ampun (bertaubat) kepada Allah dan taubatnya diterima, tapi untuk setiap pelanggaran tetap harus ada hukuman. Sebagai hukumannya Adam dan Hawa disuruh pindah ke bumi sampai akhir hayatnya (Al-Araf : 25). Keduanya diturunkan di tempat yang berbeda dengan jarak yang sangat jauh. Keduanya saling mencari dan akhirnya bertemulah keduanya disuatu tempat yang bernama "Padang Arafah" terletak di Mekkah yang sampai sekarang para jamaah haji harus wuquf di tempat itu sebagai salah satu rukun Haji.
Siti Hawa dianugerahi banyak anak dan setiap anak yang dilahirkannya adalah anak kembar. Karena pada saat itu manusia belum banyak, maka pernikahan yang terjadi adalah pernikahan dengan saudara kandung, tapi yang bukan saudara kembarnya.
Pada awalnya, Nabi Adam a.s dianugerahi dua pasang anak kembar, Qabil kembar dengan Iqlima dan Habil kembar Labuda (diceritakan bahwa Iqlima lebih cantik dari Labuda).
Sesuai dengan aturan yang berlaku pada saat itu, maka Qabil harus menikah dengan Labuda dan Habil dengan Iqlima. Tapi Qabil tidak mau mengikuti aturan itu, dia ingin menikahi saudara kembarnya. Konflik terjadi antara Habil dan Qabil, sampai akhirnya mereka mengadu kepada ayahnya. Namun ayahnya tetap pada aturan yang ditetapkan Allah swt. Qabil keras kepala tetap menolak keputusan itu dan peristiwa ini pun diserahkan kepada Allah swt dengan jalan mengadakan kurban. Barangsiapa yang kurbannya diterima Allah swt, dialah yang akan menikah dengan Iqlima. Keputusannya Habil-lah yang akan menikahi Iqlima. Qabil makin marah mengetahui hal itu. Hingga akhirnya Habil mati ditangan Qabil. Tragis memang.
Saat itu Qabil pun kebingungan apa yang harus ia lakukan terhadap mayat saudaranya itu. Di saat ia kebingungan, Allah swt memperlihatkan kepadanya dua ekor burung gagak berkelahi dan seekor diantaranya mati terbunuh maka yang masih hidup menggali tanah lalu bangkai kawannya itu dikuburkan kedalam lubang yang kemudian ditimbunnya (Al-Maidah : 31). Demikian riwayatnya, Qabil dapat menguburkan mayat saudaranya itu. Habil orang yang pertama kali meninggal dunia di muka bumi ini.
Adam a.s wafat dalam usia seribu tahun, dan setahun kemudian meninggal pulalah Siti Hawa.
Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari yang artinya : "Sesungguhnya Allah menjadikan Adam a.s pada hari Jumat, diturunkan ke bumi pada hari Jumat, beliau bertobat kepada Allah atas dosanya memakan buah pohon Khuldi itu pada hari Jumat dan wafat pada hari Jumat pula."
  
Alhamdulillahirabbilalamin
 -sungi-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Artikel Menarik..