08 Oktober 2009

PASTIKAN YANG HALAL YANG KAU MAKAN

SEBUTIR KORMA PENJEGAL DO’A

Usai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke mesjidil Aqsa. Untuk
bekal di perjalanan, ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua di dekat mesjidil Haram.
Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak di dekat timbangan. Menyangka kurma itu bagian dari yang ia beli, Ibrahim memungut dan
memakannya.

Setelah itu ia langsung berangkat menuju Al Aqsa.4 Bulan kemudian, Ibrahim tiba di Al Aqsa. Seperti biasa, ia suka memilih sebuah tempat beribadah pada sebuah ruangan dibawah kubah Sakhra. Ia shalat dan berdoa khusuk sekali.

Tiba tiba ia mendengar percakapan dua Malaikat tentang dirinya.
"Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara yang doanya selalu dikabulkan ALLAH SWT," kata malaikat yang satu.
"Tetapi sekarang tidak lagi. doanya ditolak karena 4 bulan yg lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat mesjidil haram," jawab malaikat yang satu lagi.

Ibrahim bin adham terkejut sekali, ia terhenyak, jadi selama 4 bulan ini ibadahnya, shalatnya, doanya dan mungkin amalan-amalan lainnya tidak diterima oleh ALLAH SWT garagara memakan sebutir kurma yang bukan haknya. "Astaghfirullahal adzhim" ibrahim
beristighfar.


Ia langsung berkemas untuk berangkat lagi ke Mekkah menemui pedagang tua penjual kurma untuk meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah ditelannya.
Begitu sampai di Mekkah ia langsung menuju tempat penjual kurma itu, tetapi ia tidak
menemukan pedagang tua itu melainkan seorang anak muda. "4 bulan yang lalu saya membeli kurma disini dari seorang pedagang tua. kemana ia sekarang ?" tanya ibrahim.
"Sudah meninggal sebulan yang lalu, saya sekarang meneruskan pekerjaannya berdagang
kurma" jawab anak muda itu.
"Innalillahi wa innailaihi roji'un, kalau begitu kepada siapa saya meminta penghalalan ?".

Lantas ibrahim menceritakan peristiwa yg dialaminya, anak muda itu mendengarkan penuh
minat. "Nah, begitulah" kata ibrahim setelah bercerita, "Engkau sebagai ahli waris orangtua itu, maukah engkau menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang terlanjur ku makan tanpa izinnya?".
"Bagi saya tidak masalah. Insya ALLAH saya halalkan. Tapi entah dengan saudara-saudara saya yang jumlahnya 11 orang. Saya tidak berani mengatas nama kan mereka karena mereka mempunyai hak waris sama dengan saya."
"Dimana alamat saudara-saudaramu ? biar saya temui mereka satu persatu."

Setelah menerima alamat, ibrahim bin adham pergi menemui. Biar berjauhan, akhirnya selesai juga. Semua setuju menghalakan sebutir kurma milik ayah mereka yang termakan oleh ibrahim.

4 bulan kemudian, Ibrahim bin adham sudah berada dibawah kubah Sakhra. Tiba tiba ia
mendengar dua malaikat yang dulu terdengar lagi bercakap cakap. "Itulah ibrahim bin adham yang doanya tertolak gara gara makan sebutir kurma milik orang lain."
"O, tidak.., sekarang doanya sudah makbul lagi, ia telah mendapat penghalalan dari ahli waris pemilik kurma itu. Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yang haram karena masih milik orang lain. Sekarang ia sudah bebas."

"Oleh sebab itu berhati-hatilah dgn makanan yg masuk ke tubuh kita, sudah halal-kah? lebih baik tinggalkan bila ragu-ragu...
Read More...

27 September 2009

Komunikasi Efektif

Kehidupan selalu ditandai dengan konflik dan pertentangan. Pertentangan ini mungkin bukan pertentangan yang bersifat fisik dan anarkis. Pertentangan juga bisa berupa situasi di mana dua orang atau lebih memiliki pandagan yang sama sekali berbeda, keinginan-keinginan yang berbeda, atau tujuan-tujuan yang tidak sama dan masing-masing berusaha untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Sebagaimana dalam sebuah pertempuran, setiap prajurit harus tahu senjata apa yang ia miliki, dan kapan harus memanfaatkannya. Namun, senjata bukan segala-galanya. Ingat ungkapan “the man behind the gun”. Senjata tanpa kemampuan atau kompetensi orang di belakangnya dapat amat berbahaya. Kita perlu memanfaatkan kekuatan-kekuatan yang ada dalam diri kita dan mendesakkannya terhadap kelemahan-kelemahan lawan. Jangan kita masuk dalam situasi di mana kita hanya dimanfaatkan oleh kekuatan lawan.

Ada sebuah ungkapan menarik dari J. Robert Parkinson, seorang ahli organisasi dan manajemen yang menegaskan:
“Jangan pernah menendang seekor kangguru.”
Dalam soal tendang-menendang, seekor kangguru tentu jauh lebih baik dari kita. Karena itu, bila kita ikut kontes tendang-menendang dengan seekor kangguru, tentu kita akan kalah; sama sekali tidak masuk akal. Hal itu bukan berarti kita menghindari konflik atau pertentangan. Itu hanya berarti kita harus tahu lebih baik daripada sekedar memilih tendangan sebagai senjata. Pilih, rencanakan, dan pikirkan sebelumnya, agar kita dapat menentukan aturan mainnya, maka kita tidak akan terpaku pada permainan tendang-menendang dengan seekor kangguru.
Beberapa hal yang harus diketahui, agar komunikasi lebi efektif:

Pertama, Mempengaruhi orang lewat perjumpaan (negosiasi)
Sebelum merencanakan taktik dan strategi dalam mempengaruhi, hal yang sangat penting harus dilakukan adalah menyatakan dengan sejelas-jelasnya apa yang kita inginkan. Paksa diri kita untuk menulisnya. Kita mungkin bisa membohongi diri sendiri, tapi kita tidak dapat berbohong pada kertas putih. Tanpa ada tujuan yang jelas, kita tak mungkin mengetahui apakah kita sudah mencapainya atau belum. Kita juga sulit menentukan strategi apa yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut.

Ibarat mengendarai sebuah mobil. Jika kita tidak memiliki tujuan yang pasti, maka sebenarnya tidak ada bedanya jalan manapun yang kita lalui dan seberapa cepat kita mengendarai mobil tersebut. Kita hanya akan menghamburkan banyak waktu, tenaga, dan bahan bakar. Kita tidak akan mencapai apa-apa. Mulai sekarang kita harus berprinsip:
“apapun yang kita lakukan, lakukan hal itu atas dasar tujuan.”

Kebiasaan salah yang kerap dilakukan dalam proses negosiasi adalah terlalu luas dan general dalam menentukan tujuan. Karena luasnya, hingga tujuan tersebut tidak dapat dijalankan. Ingatlah ungkapan:
“Setiap perjalanan ribuan kilometer harus dimulai dengan satu langkah pertama.”
Ketika kita menggambarkan tujuan yang kita ingin capai, anggap pernyataan itu seakan-akan sebagai satu langkah, dan bukan seluruh perjalanan itu. Kita perlu menentukan apa yang ingin kita capai sekarang, dengan orang tertentu, pada pertemuan tertentu ini, dalam pembicaraan ini.

Dalam melangsungkan pertemuan untuk bernegosiasi, ada beberapa saran pokok yang kiranya penting dijadikan perhatian:
Pertama, bayangkan pertemuan tersebut di benak kita. Persiapkan sebelumnya dengan menuliskan skenario yang mungkin kita masuki, tapi jangan terlalu kaku berpegang padanya kata demi kata. Kalau kita terlalu kaku, kita akan dihadapkan pada kebingungan jika lawan memberikan tanggapan yang lain dari yang kita skenariokan. Lebih baik kita memikirkan pokok-pokok perkara yang kiranya akan dikemukakan oleh pihak lain (lawan) dalam memberikan reaksi dan kemudian memberikan urutan perkara yang ingin kita kemukakan.

Setelah itu cobalah untuk mem-visualisasikan dimana pertemuan itu berlangsung. Apakah kita akan berdiri di podium? Duduk di meja? Di kantor pribadi atau di kantor lawan bicara kita?. Cobalah bayangkan! Pikirkan dalam-dalam cara yang kita mau dan situasi yang kita masuki sebelum kita mempraktekkannya dalam perjumpaan riil. Kendalikan pertemuan tersebut sesuai dengan rencana yang kita buat. Dengan begitu, kita dapat memenangkan menit-menit atau detik-detik pertama yang amat penting dalam pertemuan tersebut. Amat mungkin bahwa lawan kita tidak melakukan proses mental semacam itu, sehingga situasi aktualnya akan merupakan sesuatu yang benar-benar baru baginya, maka kita akan lebih diuntungkan.

Kedua, rencanakan faktor-faktor kebetulan. Contoh sederhana, suatu saat kita membayangkan bertemu seorang pria, namun kenyataannya ia adalah seorang wanita. Karena itu, ketika mengembangkan sebuah rencana, pastikan bahwa rencana itu mencakup hal-hal kebetulan yang mungkin akan terjadi tetapi belum dapat anda prediksi. Tegasnya, “Jangan membiarkan apapun ditentukan oleh faktor kebetulan. Jangan mengandaikan apa-apa tanpa kita selidiki dan persiapkan terlebih dahulu.”

Ketiga, Santailah! Ketika pertemuan tiba, bisa jadi kita merasa adanya tekanan, stress, ketegangan, dan selusin perasaan serupa. Itu merupakan hal yang lumrah. Dalam keadaan seperti itu, adrenalin mengalir dalam sistem tubuh dan jantung terpacu. Kita tidak dapat mengontrol aliran adrenalin itu tapi kita dapat mengendalikan pengaruhnya. Pada saat itu, bagian tubuh yang pertama bereaksi adalah kaki kita dengan mengikuti “Sindroma melawan atau lari”. Tolak dorongan untuk melarikan diri dan berkonsentrasilah pada upaya untuk mengendalikan kaki kita.
Jika kita sedang berdiri, berdirilah tegak dengan dua kaki menapak kuat di atas lantai dan sedikit renggang. Usahakan berat badan terbagi rata pada kedua kaki. Jangan mengalihkan berat badan dari kaki satu ke kaki yang lain. Jangan pula bergoyang-goyang. Berdirilah tegak dengan sikap tenang.

Jika kita duduk, lupakan kursi memiliki sandaran, duduklah tegak dengan tatapan ke depan. Jangan menggeser-geser kaki jika tidak diperlukan. Ingat, kendalikan adrenalin lewat kontrol pada kaki anda. Dengan sikap tenang tanpa terburu-buru. Lakukan gerakan-gerakan dengan tenang. Bentuklah kesan bahwa kita Atentif (penuh perhatian), Aktif, Waspada, dan Agresif (AAWA). Konsentrasi! Jadikanlah hal itu sebagai prioritas utama dan berusahalah dengan keras untuk itu.

Keempat, cari “petunjuk” sebagai senjata. Terkadang kita dihadapkan oleh situasi yang sangat kaku dan dingin, atau situasi yang membuat kita terpojok. Salah satu kiat mengatasinya adalah dengan mengalihkan perhatian pada hal-hal yang bisa mencairkan suasana. Lawan kita pasti memiliki hobby atau kesenangan. Terkadang kita dapat menemukannya dengan cepat di ruangannya. Lukisan, hiasan atau lainnya dapat kita gunakan sebagai petunjuk. Asal daerah terkadang perlu juga kita tanyakan. Mungkin kita dapat mencairkan suasana dengan mencoba membuai lawan bicara kita untuk bernostalgia dengan kampung halamannya. Ingat jangan terburu-buru pada tujuan utama kita! Observasilah dengan cepat dan teliti ruangan atau dokumen yang ada dan gunakan petunjuk apapun yang dapat digunakan.

Tips Menjual Gagasan
Gagasan adalah buah dari cara berpikir anda. Gagasan ibarat bayi yang baru dilahirkan, masih amat lemah tanpa bantuan sekelilingnya. Gagasan memerlukan penanganan khusus sejak dilahirkan hingga diubah menjadi cara-cara praktis mengerjakan sesuatu lebih baik.

Ada beberapa tips menjual gagasan pada orang lain:
1. Rancang gagasan dengan baik
2. Jelaskan dengan berhati-hati
3. Perhatikan soal waktu dalam gagasan itu
4. Perhatikan daya guna dalam gagasan itu
5. Buatlah gagasan itu betul-betul meyakinkan
6. Pakailah penilaian yang tepat
7. Ajaklah pengikutsertaan orang lain di dalamnya
8. Ujilah keampuhan gagasan itu
9. Lakukan pembaharuan
10. Bersikaplah tabah

Tips menyusun pesan untuk mempengaruhi orang lain:
• Attention (perhatian)
• Need (kebutuhan)
• Satisfaction (pemuasan)
• Visualization (visualisasi)
• Action (tindakan)

Jadi, bila anda ingin mempengaruhi orang lain, rebutlah lebih dulu perhatiannya, selanjutnya bangkitkan kebutuhannya, berikan petunjuk bagaimana cara memuaskan kebutuhan itu, gambarkan dalam pikirannya keuntungan dan kerugian yang diperoleh bila ia menerapkan atau tidak menerapkan gagasan anda. Doronglah ia untuk bertindak.
Contoh sederhana. Bila anda berkata kepada teman anda, “Lihat rambutmu!” Anda berada pada tahap pertama. Bila kemudian anda menyatakan bahwa rambut itu perlu dipotong, Anda berusaha meyakinkan dia akan kebutuhannya sendiri. Katakan bahwa sudah saatnya memotong rambut. Ini pemuasan. Anda tentu akan menjelaskan, bila tidak dipotong cepat-cepat, rambut itu akan mengganggunya, menyebabkan ia kelihatan tidak rapi; sedangkan bila dipotong, ia akan tampak gagah, sopan, rapi dan tampan. Ini usaha visualisasi. “Ayo, cukurlah rambutmu sekarang.” Adalah saran Anda supaya komunikasi melakukan tindakan.

Tips Komunikasi Efektif
Langkah 1
• Kenalilah tujuan anda
• Kenalilah pendengar anda
• Kenalilah pendekatan anda
Langkah 2
• Apa yang akan saya bicarakan
• Siapa yang terlibat
• Dimana sesi tersebut
• Kapan sesi tersebut disampaikan
• Mengapa sesi disampaikan
• Bagaimana saya melakukan
Langkah 3
• Carilah kisi-kisi yang merealisasi tujuan
• Carilah kisi-kisi yang berhubungan dengan pendengar
• Carilah pendekatan yang tepat
Semoga dengan tulisan singkat ini menjadi bekal bagi para pembaca untuk mampu mengamalkan kaidah “Khatibul qaumi ‘ala qadri uqulihim”, Berkomunikasilah dengan suatu kelompok masyarakat sesuai dengan kadar intelektualitas mereka.” Allahu a’lam

Read More...

19 September 2009

Amazing Child; Habiburrahman version: Fathan, Noval, dan Najmi


Seri I’tikaf 1430H (2) >>
Amazing Child; Habiburrahman version: Fathan, Noval, dan Najmi
by Surya Erlangga

Dalam pengalaman I’tikaf di Habiburrahman, alhamdulillah saya selalu dipertemukan oleh anak-anak kecil yang mempunyai cerita menarik dengan Al Qur’an. Kalau dua tahun yang lalu saya bertemu tiga bocah (Zaki, Yayang, dan Lukman), maka kali ini saya dipertemukan oleh Fathan, Noval, dan Najmi. Saya jamin kalo antm/rekan2 ketemu langsung, akan langsung terkagum/terheran2 melihat mereka.. pertanyaan pamungkas yang suka saya tanyakan kepada anak-anak kecil itu adalah udah ngaji berapa banyak pas I’tikaf ini? Atau udah berapa banyak hafalannya?

Fathan fadhillah, bocah Garut, sekarang kelas 1 SMP. Ke habib bersama neneknya, dengan kata lain, di wilayah ikhwan, dia hanya sendirian. Tiap kali ngliat, pasti dia sendirian. Tapi yang menarik, dia selalu membawa Al Qur’an dan buku catatan. Buku catatan ini pernah saya buka sendiri, dan isinya memang materi-materi yang pernah disampaikan pada I’tikaf saat itu. Luar biasa, yang mahasiswa aja kadang ga pernah nyatet (dengerin sih dengerin). Tapi coba tanya berapa hafalannya? Fathan hafal juz 29 & 30. Sekali lagi juz 29 & 30. Waktu saya mendengat bacaan Qur’annya juga bagus. Sampe saya tanya, ngajinya dari awal Ramadhan udah sebanyak 18 juz. Jadi??? Masih ada yang belum semangat untuk tilawah&menghafal Qur’an???


Next, Najmi dan Noval (kakak beradik). Tapi saya akan bahas Noval dulu. Si Adik ini ngaku umurnya 8 tahun, tapi kalo si Kakak (Najmi) bilang umurnya 6 tahun karena Noval lahir tahun 2007 (mungkin jalan 7 tahun kali ya). Lucu deh kalo merhatiin mereka berdua debat klo ditanya berapa umur Noval ^_^ si Noval bilang, “umur Noval 8 tahun”, trus si Najmi nimpaling, “gak.. umur Noval 6 tahun, kan lahir tahun 2002.” Muter-muter disitu aja terus.

Di depan Noval dan Najmi, saya pernah tanya ke Noval, ”Noval, udah hafal juz berapa?” belum sempet dijawab, kakaknya nimpalin,”dia (Noval, red.) sih ga hafalin Qur’an, dia hafalin Hadits.” I repeat once again, “dia (Noval, red.) sih ga hafalin Qur’an, dia hafalin Hadits.” Allahu akbar, saya bener2 ga nyangka, kagum ada anak kecil yang udah mulai nghafalin hadits.

“Coba donk, saya mau denger hafalan hadits Noval?” nanya saya lugu ^_^

Bener lho.. Kagum saya!!! Dengan suara dan berucap khas gaya anak kecil, dengar lengkap dia menyebutkan satu per satu perawi hadits, matan, sampai periwayatnya, dan semua pake bahasa aslinya (bahasa Arab, bukan bahasa Indonesia).. jadi misalnya an abi hurairah dst.. sempet lupa ditengah2, tapi diingetin ma Najmi, bisa diterusin sampe selesai.. asli pake bahasa Arab.. dan saya tanya, “Artinya apa Val?” dia cuma geleng-geleng kepala.. wow, cuma bisa arabnya aja, luar biasa, subhanallah.. dan pas ditanya lain waktu ttg berapa hafalan qur’annya, dia cuma jawab,”baru juz 30 aja, itu juga suka lupa2.” Mau ga percaya? Anak kecil yang jawab lho, masih polos dia ^_^

Beda lagi sama si kakak alias Najmi, foto berikut adalah kali pertama saya melihat Najmi. Gayanya itu menarik perhatian saya. Gaya khas anak kecil yang lagi baca Qur’an sangat menikmati seakan lagi baca buku komik atau buku cerita bergambar yang memang sudah lazimnya menjadi kesukaan anak kecil pada umumnya. Waktu itu mau diajak kenalan, tapi sudah menghilang entah kemana.. jadi baru ada kesempatan kedua, baru sempat kenalan. Dengan mata dia yang 5 watt (ngantuk mau tidur), saya datengin dan ajak kenalan. Dari situ saya tau nama, tinggal dimana, punya adik namanya Noval (seperti yang diceritakan diatas).. tapi yang satu ini juga punya keunikan. Awal pertanyaannya masih sama, “Najmi sudah hafal juz berapa aja?” lalu dia jawab,”baru sampe Al-Hasyr.”

Waktu dia jawab gitu, masih multitafsir kan.. sampe Al-Hasyr, darinya dari mana? Dari Al-Baqarah ato dari An-Naas? He3x.. rasa penasaran itu hilang begitu saya tanya,”oh berarti juz 28 sd 30 ya?” si Najmi ngangguk pasti.. wow.. luar biasa. Yang uniknya lagi, begitu saya minta dengar bacaan Qur’annya, ternyata bacaannya BELUM LANCAR, masih terbata2. Dia sendiri ngaku begitu. Kata dia, gara-garanya dia ga lewat iqro’ 5 dan 6, jadi dari iqro’4 langsung loncat ngaji Al Qur’an.. he3x, ya gpp sih.. dari tiga anak ini, Najmi yang paling membuat saya senyum-senyum sendiri, mengagumi tingkah anak ini.. bahkan saya sempet muraja’ah bareng juz 30 plus Al-Mursalat dan sedikit Al-Insan.. Allahu Akbar!!!

Anak ini (Najmi) mandiri lho.. kadang dia ditinggal ma Abinya (&Noval) untuk pulang ke rumah atau bekerja, tapi dia tetap santai di masjid, main-main, lari-lari, ga tau juga mainnya sama siapa dimana. Kadang klo lagi nganggur, saya ajak ngaji bareng aja. Saya dengan ngaji saya, dan dia dengan ngajinya dia sendiri..

Untuk beberapa rekan2 yang saya kenal, biasanya tiga anak ini saya perkenalkan kepada mereka.. tentu perkenalan dengan seabreg keunikan yang Allah anugerahkan kepada mereka, supaya kami yang tua-tua ini bisa ‘bangun’ dan terlecut untuk tetap meningkatkan interaksinya dengan Al-Qur’an..

Semoga jumlah anak2 seperti ini makin banyak dan bisa mengganti makhluk2 kayak saya ini yang udah telat nghafalin Qur’an, lama waktunya, males/ga semangat, trus gampang lupa lagi parah benerr T_T

Semoga bermanfaat, ke edisi selanjutnya…

Read More...

17 September 2009

Lebaran di Perancis

Lebaran di Perancis

Senin, sehari sebelum Lebaran

“Lebaran sebentar lagi”, saya masih teringat dengan lagu itu. Lagu yang selalu disenandungkan di radio-radio ketika idul fitri akan tiba. Hari ini hari senin, adalah H-1 lebaran di Perancis. Tidak sabar rasanya menunggu esok hari, ingin mengetahui seperti apa lebaran di negeri mode ini.

Malam ini adalah malam takbiran tentunya. Magribnya saya pergi ke sebuah masjid. Selain buka puasa bersama dengan jama’ah di masjid itu, saya ingin mengkonfirmasi apakah di masjid ini akan diselenggarakan sholat idul fitri berjama’ah esok hari.

Sebentar lagi buka puasa. Pengurus masjid membagikan tajil pada semua jama’ah. Korma, roti, susu murni, air putih adalah pilihannya. Terserah mau pilih yang mana, terserah mau sebanyak apa. Gratis!

Sound system dinyalakan, sang muadzin dengan takzim mengumandangkan adzan. Suaranya berputar-putar di dalam masjid, terpantul-pantul pada dinding-dinding dan melayang di atas karpet masjid yang berwarna merah. Dinding dan karpet seolah ketakutan. Ketika suara adzan melewati mereka, dengan segera mereka menerkamnya, merengkuhnya sekuat tenaga agar kumandang adzan tak terdengar dunia luar. Ya.. mereka tahu, di negeri yang penuh kebebasan ini dimana majalah semacam playboy saja dijual bebas, terdapat sebuah larangan mengumandangkan adzan terdengar sampai ke luar masjid. Ironis.

Usai berbuka, saya bertemu dengan seorang teman. Satu-satunya teman yang saya kenal di masjid itu, Qodho namanya. Seorang Bapak beranak 4, turunan Algeria, negerinya Zinendine Zidane. Saya tanya apakah akan ada sholat idul fitri esok hari. Beliau mengajak saya untuk bertanya pada sang imam masjid. Sayup-sayup saya mendengar dari sang imam,“insyaallah”. Senang sekali mendengarnya, karena saya tidak harus pergi ke masjid besar yang letaknya lebih jauh.

Malamnya, saya tidak takbiran di masjid itu. Tidak seperti di Indonesia, di sini udaranya dingin sekali. Dan kalau saya takbiran, itu berarti saya harus pulang jalan kaki 1 km dari masjid sampai residence. Kenapa? Karena tram hanya sampai pukul 20.30, sedangkan isya di sini pukul 21.30. Saya tidak enak kalau harus sampai merepotkan Qodho lagi mengantar saya ke residence pakai Peugeot-nya.

Di residence, saya buka Compaq Presario, laptop yang sudah menjadi teman selama 1,5 tahun. Saya buka beberapa milis. Hmm… disitu dikatakan, bahwa Indonesia, Malaysia dan beberapa negara Asia Tenggara akan merayakan idul fitri pada hari Rabu. Tapi negara-negara eropa seperti Belanda, Perancis dan sekitarnya akan mengikuti Saudi Arabia, idul fitri pada hari selasa. Sehari sebelum Indonesia.

Saya duduk. Merenungi apa yang sudah dijalani selama satu bulan ini. Ramadhan yang jauh berbeda dengan Ramadhan yang pernah saya alami selama ini. Sekarang pun, di malam menjelang idul fitri, hanya suara lalu lalang mobil yang terdengar. Tak ada takbir, tak ada tahmid, tak ada tahlil. Sepi

Hari Lebaran yang dinanti
Saya agak terlambat bangun waktu itu. Setelah sholat shubuh, dan persiapan berbagai hal, saya bergegas ke masjid itu. Baru kali ini lebaran saya membawa ransel dan buku. Habis bagaimana lagi, sehabis sholat ied, saya harus kuliah di kampus. Dingin sekali pagi ini, lebih dingin dari ciwidey sepertinya.

Saya berlari menuju ke masjid. Takut terlambat karena saya tidak tahu jam berapa sholat ied akan diselenggarakan. Sang imam semalam tidak bilang jam berapa sholat ied dimulai. Kalau pas waktu “terbit matahari”, sepertinya masih keburu.

“Fiuh, … tinggal satu blok lagi. Ayo cepat, nanti terlambat. Hehe, siapa tahu ada makan gratis. Apalagi ini hari raya, tentu saja menunya lebih spesial. Buka bersama saja menunya biasanya sup daging sapi, hmm… hari raya bisa-bisa sup daging unta hehe”, bisikku dalam hati.

“Ya, sampai. Hah… kok sepi ya? Kok pintu masjidnya dikunci ya? Mana jama’ah? Mana takbiran? Mana sholat ied? Kok gak ada ya…?”, beribu-ribu pertanyaan menghujani tak kenal henti. Seolah tak percaya dengan apa yang tampak di depan mata. “Tidak bisa, udah jauh-jauh datang masa gak ada sholat ied”.


Dengan segera saya melaju ke masjid yang lebih besar. Jaraknya seperti dari Ciwaruga ke Masjid Luqmanul Hakim. Saya berjalan setengah berlari, sambil berusaha meyakinkan diri bahwa hari ini adalah hari idul fitri. Saya juga teringat dalam jadwal ramadhan yang dibagikan di masjid situ. Di jadwal disebutkan bahwa Ramadhan cuma 29 hari, berarti idul fitri ya hari ini. Tidak mungkin salah. Hari ini adalah idul fitri.“Mungkin karena masjid tadi tidak terlalu besar, jadi tidak jadi diselenggarakan sholat ied”, pikir saya.

Kompleks masjid sudah terlihat. Masjid yang pertama kali kutemui di kota Saint Etienne. Letaknya dekat dengan tambang batu bara. Kebayangkan jauhnya. Hmm…tapi ada yang aneh. Biasanya kalau jum’atan ada mobil-mobil jama’ah lewat. Tapi di pagi yang lebih istimewa ini tidak ada mobil ya. Saya semakin khawatir.

Dan Allah SWT menjawab sesuai dengan persangkaan hambanya. Pintu masjid besar itu dikunci, rapat dengan gembok segede Gaban. Masyaallah.

Sungguh lebaran yang aneh…..
Gak ada takbiran,
gak ada sholat ied berjamaah,
gak ada salam-salaman,
gak ada ketupat,
Pokoknya semuanya gak ada deh…

Jadi pengen pulang kampung, tapi gak mungkin karena tiketnya saja seharga 4 bulan gaji.
Mungkin ini ujian dari Allah. Kali ada salah niat. Kali pas Ramadhan kurang diisi dengan hal-hal yang bermanfaat. Astagfirullah.

Setelah itu saya berjalan menuju kampus. Sendiri. Hanya dingin yang menemani sepi. --end--


Priyanto Read More...



Sejalan dengan berlalunya Ramadhan tahun ini
Kemenangan akan kita gapai
Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi
Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa
Dalam kesempatan hidup ada keluasan ilmu
Hidup ini indah jika segala karena ALLAH SWT


UKM ASSALAM POLBAN MENGUCAPKAN
SELAMAT IDUL FITRI 1 SYAWAL 1430 H
MOHON MAAF LAHIR BATIN




Read More...

Streaming Qur'an

Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template