Semangat Baru di Semester Baru



           Apa kabar IP semester kemarin? Beberapa orang akan segera merespon, melotot dan berbisik. Ssssttt !!  jangan ngomongin IP, S-A-R-A !. ya, jawabannya selalu sama  untuk setiap perkuliahan baru. Kalau kaya gini terus, apa kata dunia? Tenang... dunia gak akan peduli kok. Dan semua amalan yang kita kerjakan dampaknya akan kembali ke diri setiap pelakunya.
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian
kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan.”(Al-Jaatsiyah 45:15)
Lantas, kalau dunia ga peduli, Buat apa kita capek2 bakar semangat buat nuntut ilmu? Yup!! Mungkin pemikiran kayak ginilah yang bikin kita sulit untuk berprestasi. Kita ga punya alasan kuat untuk melakukan sesuatu, kita tak memahami betul manfaat dari sebuah tindakan dan semua perilaku kita selama ini cuma dilandasi “mood” aja.
... Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Al-Qashas 28:50).
Tahukah kamu, kita dituntut untuk menjadi orang yang lebih baik dari waktu ke waktu, jangan sampai kita tergolong orang yang merugi. Bukankah orang yang paling baik adalah orang yang paling bermanfaat?. “Bermanfaat” sepertinya itulah kata kunci yang tepat untuk melandasi semua tindakan kita.
“Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak turut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad demi membela agama Allah dengan harta dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad di atas orang yang duduk dengan pahala yang besar. Yaitu beberapa derajat daripada-Nya ampunan serta rahmat. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.s. an-Nisa’: 95-96).
Bentuk jihad(dalam rangka membela agama Allah) amat beragam. Bisa dalam bentuk peperangan, perdagangan dan dalam hal kita sebagai mahasiswa, yang paling mungkin adalah dalam bentuk menuntut ilmu.
“Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan.” (Q.s. al-Ma’idah: 48)
Allah meninggikan beberapa derajat orang yang berilmu diantara kita. Tuntutlah ilmu karena ia merupakan kemuliaan di dunia dan akhirat dan pahala yg terus-menerus sampai hari kiamat. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengatakan bahwa salah satu dari amalan yg tidak akan putus pahalanya dari seorang muslim yg telah meninggal sekalipun adalah ilmu yg bermanfaat.  Kawan, Lihatlah peninggalan para ulama yang tak terhingga sampai saat ini masih ada di hadapan kita sepanjang bulan sepanjang tahun. Peninggalan mereka dipuji, jalan mereka dituruti, nama mereka ditinggikan dan usaha mereka disyukuri.
Orang yg berbuat tanpa ilmu pasti tersesat dan bahkan bisa menyesatkan. Tidaklah mungkin akan sama antara orang yg berilmu dengan orang yang tidak berilmu. Tidak mungkin sama orang yg berjalan dikegelapan dengan cahaya di tangannya sebagai penerang jalan dengan orang yang berjalan di kegelapan tanpa cahaya menerangi jalannya.
Kawan, kemunduran kita (kaum muslimin) dalam segala bidang saat ini tidak lain merupakan akibat dari kebodohan dan keengganan kita menuntut ilmu atau sudah menuntut ilmu namun jauh dari mengamalkannya. Kadang kita tahu yang baik namun kita berbuat sebaliknya. Kita tahu yg buruk namun kita enggan meninggalkannya. Kita sudah berkubang lumpur namun tidak mau membersihkannya. Masihkan kita tidak menyadari betapa kita saat ini hanya menjadi korban permainan musuh-musuh kita hanya karena kita bodoh? Sudah saatnya setiap diri kita merenung dan introspeksi diri kemudian bangkit memperbaiki kesalahan dan saling bahu membahu dalam ketakwaan dan kebajikan. Saatnya musuh kita menyadari bahwa singa telah bangun; bahwa kita tidak lemah. Itu dapat kita lakukan dengan menjadi umat yang berilmu dan mengamalkannya. Kawan, Ketahuilah bahwa ilmu tidak didapat dengan khayalan dan angan-angan tapi dengan perjuangan dan kesungguhan serta pengorbanan. Hasil yang akan didapatkan pasti lebih manis dari yang dibayangkan. Maka janganlah putus harapan teruskan perjuangan dan tawakkallah kepada Allah semata, kepada-Nyalah kita meminta pertolongan. Allah adalah sebaik-baik Penolong bagi kita.
    Wallahuallam


“Semangat dan Gairah” karya Harun Yahya
 

0 Response to "Semangat Baru di Semester Baru"

Posting Komentar